Senin, 30 April 2012

AKU BERTEMAN DENGAN KETIDAK BERUNTUNGAN



AKU BERTEMAN DENGAN KETIDAK BERUNTUNGAN

Kadang kenapa aku kuliah akan menjadi seperti ini, aku telah mengecewakan orang tua ku, aku sungguh sedih dengan keadaan ku sampai detik ini sampai dari kemarin, kadang aku berfikir, kenapa orang orang disekitar ku sungguh beruntung .. kenapa aku tidak ? ini masalah persoalan kampus, kadang aku suka introspeksi diri, setelah itu membandingkannya dengan orang lain, dan aku merasa aku lebih baik daripada mereka, kenapa aku yang justru tidak beruntung ? aku tidak punya teman baik di kelas, dan aku seperti sebatang kara disana, aku selalu ingin dekat dengan teman teman ku, tapi kenapa lagi lagi mereka sepertinya hilang, rasanya aku ingin kembali ketika aku duduk di bangku sekolah, aku ingin sebuah persahabatan itu adalah objek yang nyata, aku selalu menasehati diriku sendiri, aku adalah beban untuk diriku sendiri, dan untuk kedua orang tua ku, kenapa aku selalu tidak beruntung, aku tidak sering durhaka, aku ingin menjadi pribadi yang bebas, tanpa pacaran, tapi susah untuk melakukannya, itu beban paling berat, aku seperti punya tanggung jawab lebih untuk masalah ini masalah pacaran, terlebih dia tidak punya siapa – siapa lagi di bandung, dia menggantungkan kepercayaan diri nya kepada ku, aku tau, aku adalah anak yang tidak tau diri, tidak tau bersyukur..aku tau itu semua, tapi ijinkan aku untuk melampiaskan sebuah emosi ini kedalam bentuk yang sebenarnya adalah mewakili perasaan dari hati ini. Aku percaya proses itu adalah sebuah pendewasaan yang kelak menjadi hasil akhir dari hidup ini, aku adalah tanggung jawab keluarga, aku adalah orang dari kumpulan debu di padang pasir, adalah hampa, setelah tau perasaan ku seperti ini

0 komentar:

My Menu

Welcome

my timeline

The Best Post

Label

My Statistic

Web Counter

blog-indonesia.com

Barter Banner


Gulanah Cihuy